Pages

Sabtu, 17 Desember 2011

Pengertian Nilai Sosial

             Pada kehidupan sehari-hari,nilai sering kita artikan sebagai harga,harga sesuatu,angka kepandaian, potensi, kadar, mutu, atau sifat-sifat yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Nilai juga sering diartikan sebagai sesuatu yang baik,yang di cita-citakan dan dianggap penting oleh masyarakat. menurut salah satu ahli sosiologi,yaitu: Thoedorson,nilai adalah sesuatu yang abstrak yang dijadikan pedoman serta prinsip-prinsip umum dalam tingkah laku. selain itu, ia mengungkapkan bahwa keterkaitan orang atau kelompok terhadap nilai sangat kuat dan bersifat emosional. oleh sebab itu,nilai dapat dilihat sebagai pedoman bertindak dan sekaligus sebagai tujuan kehidupan manusia itu sendiri.
             Lahirnyanilai karna kebutuhan masyarakat akan apa yang dianggap benar, pantas, dan luhur untuk dijadikan pedoman hidup. jika kita perhatikan nilai bukanlah merupakan sesuatu keinginan tetapi lebih kepada tuntutan yang harus kita patuhi. untuk memperkuat pemahaman kita, mari kita tinjau pengertian nilai sosial menurut beberapa ahli sosiologi di bawah ini.

            a. Kimball Young menyatakan nilai sosial sebagai asumsi-asumsi yang abstrak yang sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
            b. Green melihat nilai sosial sebagai kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek, ide, orang perorangan.
             c. Woods mengatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
             d. Koentjaraningrat menyatakan bahwa nilai sosial merupakan konsep atau pandangan yang hidup dalam alam pikiran sebagai besar individu warga masyarakat tentang hal-hal yang dianggap baik dan bernilai.
              e. Robert M.Z. Lawang menyatakan nilai sebagai gambaran mengenai apa yang diinginkan,yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nilai itu.

              Nilai sosial bersifat abstrak. Bila sikap dan perasaan tentang nilai sosial itu dilihat bersama sebagai suatu siatem,disebut sebagai sistem nilai sosial. selain itu, berdasarkan pendapat Kluckhon adanya suatu nilai sosial disebabkan oleh lima masalah pokok,sebagai berikut:
  1. Hakikat hidup manusia. manusia ada yang menganggap hidup itu buruk tetapi ada pula yang menganggap hidup itu baik, namun jika hidup itu buruk maka manusia wajib berikhtihar supaya hidup menjadi baik.
  2. Hakikat karya manusia. Misalnya ada yang menganggap karya untuk menghasilkan nafkah hidup, kedudukan, kehormatan, dan sebagaiya.
  3. Hakikat hubungan manusia dengan dimensi ruang dan waktu. Misalnya manusia ada yang berorientasi kemasa lalu, masa sekarang, atau kemasa depan.
  4. Hakikat hubungan manusia dengan alam sekitar. Misalnya manusia ada yang menganggap harus tunduk kepada alam, ada pula yang berhasrat menguasainya, maupun ada yang berupaya menjaga keselarasan dengan alam.
  5. Hakikat hubungan manusia dengan sesamanya. Misalnya ada yang berorientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh, atasan dan ketergantungan pada sesamanya sehingga mereka cenderung bergotong-royong.
          Berdasarkan uraian di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa nilai sosial adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada segala sesuatu yang baik, penting, luhur, pantas, dan mempunyai daya guna fungsional perkembangan dan kebaikan hidup bersama.


2. Jenis-jenis Nilai Sosial 
                    
          Menurut Prof. Dr. Notonagoro, nilai dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
        a. Nilai Material, yaitu segala benda yang berguna bagi manusia.
        b. Nilai Vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat hidup dan mengadakan kegiatan atau aktivitas.
         c. Nilai Spiritual, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
             Nilai spiritual/kerohanian dibedakan lagi menjadi empat macam berikut ini:
  1. Nilai kebenaran(nilai logika) yang bersumber dari unsur akal manusia(rasa,karsa,cipta).
  2. Nilai keindahan(nilai estetika) yang bersumber dari unsur resa manusia.
  3. Nilai moral(nilai etika) yang bersumber dari kehendak atau karsa manusia
  4. Nilai keagamaan(nilai religius) yang bersumber dari ajaran agama.
Share On:

0 komentar:

Poskan Komentar

News

Loading...